Memang Selalu Demikian, Hadi

Setiap perjuangan selalu menghasilkan sejumlah penghianat dan para penjilat
Jangan kau gusar Hadi.
Setiap perjuangan selalu menghadapkan kita pada kaum yang bimbang menghadapi gelombang
Jangan kau kecewa.
Hadi.
Setiap perjuangan yang akan menang.
Selalu mendatangkan pahlawan jadi-jadian dan para jagoan kesiangan
Memang selalu demikian, Hadi.

(Diambil dari buku dua kumpulan puisi Taufik Ismail, “Tirani dan Benteng”,1966, hal. 143)

Kekasihku

Hadirmu dalam hidupku
Mengoyak keakuanku kini
Nikmati senyum lembutmu
Lenyapkan bimbang ragu
akan sirnanya goresan luka

Ku kan slalu berdosa
Bila abaikan cintamu
Ku kan slalu berdoa
Agar hatimu tetap utkku
Selamanya utk selamanya.

Puspa mawar bidadariku
Semerbak wangi tubuhmu
Picu gelora gairahku
Tak habis nafas mencumbuimu
Hingga purnama lelah bersinar..

Bungaku peluklah aku erat
Biar kutelan rinduku ini
Hasratku tak (pernah) berubah
(Bila) sekedar kau bermuram durja
Ku dekap jika kau lara

Jaga hati tak pernah mudah
Banyak godaan menghalangi
Silih berganti tak kunjung lelah
Pisahkan raga satu jiwa
Satu cerita dalam satu romansa

Puspa mawar bidadariku
Biar kuhisap peluhmu
Dipacu hasrat lelakiku
Bagai biduk kencang melaju
Sampai lelah menghampiriku

(catatan: Dibuat dlm perjalanan dr rmh ke ktr pd hari Senin pagi, 18 Februari 2013)

Kau tahu, nak (Cimura Feb 2013)

Kau tahu, nak
Aku bukan yang istimewa
Aku hanya merasa bahagia
Karna kau hadir dalam hidupku

Kau tahu, nak
Senyummu teduhkan hatiku
Langkah kecilmu tlah menyatu
Dengan rindu peluk darimu
geaksara.jpg
Bila kau besar nanti
Kejarlah mimpi indahmu
Meraih bintang di langit
Lalu berikan pada ibumu

Senang rasanya kau tahu
Hidupmu adalah gerakmu
Tiada yang dapat hentikan
Langkahmu meraih ambisi

Bila duka menylimuti
Jangan larut dalam luka
Jangan kau cepat putus asa
Karna duka ‘kan beralih suka

Kau tahu, nak…

Diambang Batas Dewasa (Cimura, Feb 2013)

Kadang duka datang begitu saja
Tak menyapa sebelum tiba
Kau terpana, kecewa dan marah
Kau benci dirimu dan hidupmu
mengapa aku yg terpilih (katamu)
mengapa aku yg Kau pilih

Teriaklah sekuat tenagamu
Bila kau kecewa
Teriaklah lepas bebas
Andai kau merasa
Hidupmu terasa sesak dan membuntu
SONY DSC
Bila saatnya kau tahu
Duka bukanlah hukuman
Tetapi agar kau mengerti
Seperti apa dirimu sesungguhnya
Bagaimana dirimu sesungguhnya

Usaplah linang air mata
bangkitkan semangatmu
Senyumlah dan tertawalah
waktupun tidak ingkari
dia hanya sejenak
Ingin kau mengerti arti hidup
(dan kau mengerti makna hidup)

Rentangkanlah sayapmu
Terbang tingalkan duka
Temukan air suci
tuk hapuskan dahagamu
Agar hidup bahagia selamanya

Relokasi Pusat Pemerintahan atau Pusat Bisnis dari Jakarta

Kita di Indonesia itu seperti alergi kalo selesaikan masalah sampai ke akarnya, biasanya kalo ada ide yg mempersoalkan hal2 prinsip atau akar persoalannya langsung dianggap radikal, lalu kita tdk mau. Memang entah latah atau bagaimana bangsa ini menghindar dari semua perubahan yang radikal.  Karenanya yang kita lakukan sebatas menghilangkan gejalanya seperti akan dilakukan pd banjir Jakarta sekarang tanpa menyebut akar persoalannya, akibatnya banjir & kemacetan di Jakarta terulang terus, Akarnya itu: urbanisasi ekstrim di Jakarta.  Saya percaya jalan keluarnya adalah harus ada relokasi: RELOKASI pusat pemerintahan atrau pusat bisnis.
image
Masih terkosentrasinya pusat bisnis di Jaktara bukti nyata Politik Otomoni Daerah (Otda) selama era Reformasi di Indonesia gagal atau halusnya belum berhasil. Jika selama reformasi yang sudah berjalan lebih dari 10 tahun ini Otda di daerah-daerah sukses maka akan ada pusat-pusat bisnis jg di daerah, tidak hanya berkumpul semuanya di Jakarta sehingga kosentrasi urbanisasi tidak hanya di Jakarta tapi juga ke pusat-pusat bisnis yang baru itu. Ini indikator penting sukses-tidaknya Otda di daerah-daerah menurut saya.  Pusat bisnis yg terpusat di Jakarta menyebabkan adanya urbanisasi besar2an atau ekstrim rakyat Indonesia ke Jakarta. Urbanisasi ekstrim itu secara alamiah terjadi atau sangat mudah terjadi mengingat setiap orang selalu butuh uang. Mereka akan bergerak  menuju daerah yang banyak menghasilkan uang, yaitu di sentra bisnis, yaitu di Jakarta. Uang adalah sumber gravitasi kemana semua orang bergerak secara sentripetal.  Disini berlaku metafora “ada gula ada semut”.

Kemacetan dan banjir yangg kronis itu disebabkan oleh urbanisasi ekstrim yg difasilitasi dgn pembangunan eksesif Jakarta yg merusak lingkungan. Pembangunan fisik Jakarta yg eksesif saat uni adalah dampak dari terlalu banyaknya penduduk yang hrs diurus Dan Sulaymaniyah. Beban kota Jakarta menjadi overload. 
image
Banjir dan kemacetan yg kronis di Jakarta tidak akan pernah terselesaikan selama belum ada relokasi itu, siapapun & sehebat apapun gurbenurnya. Selama belum ada relokasi pusat pemerintahan atau pusat bisnis dr Jkt maka persoalan kronis di Jakarta itu sesungguhnya adalah persoalan kronis pemerintahan pusat sebagai pihak yang me milieu kewenangan merumuskan strategi pembangunan nasional.

Penyelesaian masalah banjir dan kemacetan di Jakarta dengan terus menerus membangun infrastruktur lagi lambat laun akan memperbesar kecemburuan mereka yang di luar Jakarta atau di luar pulau Jawa.  Dengan biaya besar triliunan uang rakyat hanya digunakan untuk Jakarta dan Jakarta, seolah-olah yang lain hanya mendapatkan sisanya. Dalam jangka panjang ini akan menimbulkan masalah ketidakpuasan yang dapat melahirkan gerakan separatis daerah karena merasa dianaktirikan oleh pemerintah pusat. Orang Jakarta ke daerah hanya untuk mengeruk kekayaan bumi mereka saja sehingga menganggap apabedanya dengan kaum kolonial dulu yang datang ke nusantara yang juga hanya untuk mngambil kekayaan bumi nusantara. artinya suatu hari mereka akan menganggap orang Jakarta melakukan tindakan kolonialisme terhadap daerah-daerah. Dengan demikian jika dibiarkan hanya Jakarta saja yang pembangunan infrastrukturnya  gegap gempita meninggalkan jauh daerah-daerah lainnya, maka tidak heran separatisme muncul, dengan dalih membebaskan diri dari “kolonialisme Jakarta“. Separatisme bukan karena ideologi tapi karena ketimpangan pembangunan ekonomi, karena ketidakadilan dalam menyebarkan kueh pembangunan untuk wilayah nusantara.

Lagi pula pembangun infrastruktur di Jakarta yang terus menerus itu akan sampai juga nantinya pada titik jenuh, di saat lahan2 di Jakarta sudah tidak bisa lagi menyediakan diri untuk pembangunan infrastruktur dan di pihak lain urbanisasi di jakarta tanpa bisa dihentikan Akan terus meningkat.

Untuk jangka pendek dan menengah kita hrs bertanya: apakah ada Peraturan Daerah yang melarang orang buang sampah sembarangan dengan sanksi berat?  Peraturan ini memang perlu ada dan harus ditegakkan tanpa pandang bulu agar tidaknada lagi orang  yang buang sampah sembarangan ke kali yang mengakibatkan pendangkalan kali. Ini penyelesaian jangka pendek atau jangka menengah utk masalah banjir namun penyelesaian prinsipnya hrs ada relokasi pusat bisnis atau pemerintahan dari Jakarta.

Pemerintah & Subsidi BBM (sekali lagi)

Pemerintahan sptnya bimbang soal subsidi BBM, krn tahu yg nikmati subsidi itu kls menengah bukan org2 kaya spt yg dibilang para pengamat, pakar & pejabat2 itu. Org2 kaya itu mana mau mobilnya pakai premium?! Belum dicabut subsidinya pun mereka sdh pakai pertamax. Jd utk mereka subsidi dicabut jg ga ngaruh, yg klabakan justru kls menengah yg jumlahnya hampir 50 jt itu. Berani tdk pemerintah buat kls menengah marah? Ini rahasia dr maju mundurnya kenaikan BBM itu, menurut sy.
tolak cabutbbm subsidi
Yg ditakutkan pemerintah itu kelas menengah, karena dlm sejarah bila kelas menengah marah, ngamuk, negara pasti bergejolak akan ada revolusi atau reformasi jilid 2. Kalo kelas bawah meski JELAS terpengaruh menjadi lebih miskin, tapi biasanya mereka NRIMO wae.. lain dgn kelas menengah yg lebih berpendidikan dan kritis, mereka tdk akan tinggal diam.

Kalo dibilang subsidi BBM hrs dicabut krn memberatkan APBN dan sebaiknya diberikan pd org miskin. Spt statement ini benar pdhl menyesatkan! Pertama, jika ada kekurangan dana dlm APBN utk masyarakat maka langkah pertama dan utama pemerintahan Pancasila adalah menaikan pajaki orang kaya dan terkaya di Indonesia. CONTOH Bagus adalah pemerintahan OBAMA ketika AS fiskal defisit dia melobi lawan politiknya (Republikan) utk mau menaikan pajak org kaya dan terkaya AS dan sukses! Kita perlu pemimpin macam obama, yg membela kelas menengah di negaranya. Kedua, dgn mengalokasikan dana subsidi BBM ke org2 miskin seolah2 pemerintah sdh membantu org miskin, pdhl apa artinya bantuan itu yg kenyataannya nanti dikurangi nilainya oleh adanya kenaikan biaya2 utk keperluan hidup akibat kenaikan BBM? Belum lagi itu akan membuat keresahan sosial krn dampaknya akan sangat terasa pada kelas menengah. APakah anda tahu siapakah yg tdk terkena dampak dari kenaikan BBM itu??? YA ORANG2 kaya yg sdh pakai PERTAMAX ITU! SI miskin menederita karena kenaikan sembako dlsb si kelas menengah jg menjerit krn bensin mahal. Org kaya? TDK menderita sama sekali! ini kalo org kaya dan penguasa sdh kongkalikong! Lain kalo org kaya disuruh bayar pajak lebih mahal lagi, maka mereka pun akan sama2 dapat kesusahan. INI BARU ADIL BRUR.

Seorang teman Kustrijanto W Kusumawardhana menulis: “Betul….kalopun kalangan atas ada yang masih menggunakan bensin subsidi adalah sebangsa manusa koret…..memang betul penghapusan subsidi akan berdampak simultan terhadap segala hal…Penggunaan subsidi kalangan menengah juga berdampak dari belum adanya transportasi yang memadai dan layak yang “memanusiakan” manusia…selain itu juga bbm untuk keperluan publik jugga msh perlu diberikan kalau itu terjadi..insya Allah penghematan bbm.”

kustrijanto.kusumawardhana

kustrijanto.kusumawardhana


Totot: Memang kondisi angkutan umum kita belum bisa jd substiusi mobil pribadi. Jd sulit bagi kelas menengah pemakai mobil pribadi berpindah wahana transpostasi. Krn buruknya budaya melayani sdh lama menulari seluruh anggota masyarakat kita tak terkecuali para supir angkutan umum dan pemilik kendaraannya, jd bukan cuma PNS yg memberikan kualitas rendah dlm pelayanan itu. Kita tdk tahu kapan budaya itu dpt berubah. Krnnya tdk jelas kapan akan berpindah ke angkutan umum. Yg jelas kendaraan pribadi masih akan dipakai, dan kelas menengah yg hanya mobil satu yg harganyapun di bawah 250 jt akan kecewa kalo BBM premiumnya dinaikan..kecuali BBM sedikit dinaikan pajak org kaya dan sangat kaya jg dinaikan. Jd balance!

Kata Hadid Hidayat “tadi pagi pas ngisi bansin di spbu di bintaro, depan gue harrier baru lg ngisi premium kang.”
hadid hidayat

hadid hidayat

Hadid: kalo ada Harier ngisi premium..itu org tdk tahu malu. Hrsnya mobil dgn harga di atas 250 jt yg masih dlm usefull economic scr akuntansi (sekitar 5 th) wajib pakai pertamax. Mereka yg punya mobil seharga itu baik scr ekonomis maupun scr teknis mesin jg sepantasnya paka pertamax.
Jarang sekali pemilik mobil sekelas harier pakai premium. Tdk sebanyak pemilik avanza, kuda. Xebia, livina atau sejenisnya. Sy yakin pemilik mobil mewah yg mau pakai premium amat sangat jarang..Mereka umummnya malu kalo mobil mewahnya pakai premium. Kasus yg dikemukakan hadid itu jarang. Kalo adapun tdk berarti pernyataan bahwa kelas menengah adalah pemakai BBM bersubsidi keliru/gugur. Yg dibilang hadid sama sekali tdk menggugurkan pernyataan bahwa kelas menengahlah adalah pemakai BBM subsidi. Dia hanya bilang ada pemilik mobil mewah yg pakai premium tapi bukan semua pemilik mobil mewah paka premium. Kalo kita yakin hampir semua pemilik mobil mewah pakai premium juga baru pernyataan sy gugur. Begitu cara membacanya..
Seandainya org2 kaya pemilik mobil mewah itu lebih suka pakai premium (BBM bersubsidi) utk mobilnya mk pemerintah makin tdk berani lg mencabut subsidi, krn yg tdk senang menjadi bertambah bukan rakyat miskin, dan kls menengah tp jg org2kaya itu. Tapi sptnya kalo org kaya juga memakai premium kemungkinan tdk ada kenaikan krn dgn kekuatan & kekuasaanya mereka akan menekan pemerintah utk tdk mengecewakannya. Sdh rahasia umum kalo kekuasaan selalu berhubungan manis dan penguasa kekayaan. Krn org2 kaya itu tdk pakai premium mska mereka tdk peduli bahkan mendorong dicabutnya subsidi daripada nantinya pemerintah menaikan PPh mereka utk menutupi kekurangan dana subsidi BBM itu.Image

Hari Ibu

Utk para ibu: 21 April hari Kartini, dimana kaum wanita diingatkan utk berjuang bagi persamaan hak dgn laki2, tgl 22 Des, diingatkan utk menjadi ibu yg baik & benar. Menjadi ibu NORMALNYA mereka hrs jd istri dr seorang laki2 dulu, tanpa suami tdk normal mereka melahirkan anak2? artinya memperingati hari ibu itu NORMALNYA mengingatkan para ibu sbg istri juga. Menjadi ibu, wanita jd lengkap dimensinya: sorg perempuan (spt Kartini), sorg istri & srg ibu. 3 dimensi itu hrs dipadukan scr sinergis & harmonis, jd tdk bisa wanita yg sdh jd ibu2 hanya menonjolkan diri sbg perempuan semata, sbg sorg istri sj, atau sbg sorg ibu sj. ketiganya hrs sejalan. itulah tantangan kodrati kaum ibu yg normal. Utk para ibu, selamat berjuang memadukan ketiganya! Utk bbrp wanita tantangan ini tdk mudah utk dijawab karena ambisi pribadinya kadang melewati batas.

Buku: Tax Court, a tax dispute settlement system in Indonesia

Peradilan Pajak by Hadi Buana

Peradilan Pajak by Hadi Buana

Komentar Para Sahabat:

Buku yang ditulis oleh saudara Hadi Buana ini sangat penting untuk dibaca, khususnya oleh para pemangku kepentingan di lingkungan perpajakan. Secara detail dan menarik, pembaca akan diajak untuk memahami peradilan pajak dengan konsep azas-azas pemerintahan yang baik dan mengajak untuk lebih memahaminya sebagai bagian dari pengadilan, bukan bagian dari pemungut pajak (Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua DPR bid Politik, Hukum, dan Pemerintahan)

Sungguh sayang jika pemangku kepentingan perpajakan tidak sempat membaca buku ini. Di luar adanya kelemahan dari penulisan buku ini, kekuatannya adalah membuka mata kita bahwa pajak itu memang penting bagi kita semua tapi menjadi terganggu makna etisnya jika dipungut dengan sewenang-wenang. Usahakan kita memungut pajak demi kepentingan publik itu selalu dalam koridornya atau rambu-rambunya. (Arif Budimanta, FPDIP, Komisi XI DPR)

Buku ini sangat menarik untuk dibaca dan dipelajari oleh tidak hanya kalangan birokrat tetapi juga para politisi, akademisi dan pelaku usaha yang berminat dalam sektorsektor strategis law enforcement dan sekaligus state financing. Saya yakin penulis memiliki kecakapan monitoring tidak hanya dari helicopter view tetapi juga microscopic view, karena ia tidak hanya berada di dalam system itu sendiri tetapi juga menjalani studi master dalam bidang yang sejalan.(Danang Giriwardana, Ketua Ombudsman Republik Indonesia)

Yang coba saya pahami tentang perspektif buku ini, seperti tampak dari sampul bukunya saja, kiranya ingin mengemukakan bahwa Peradilan Pajak itu tidak sekedar berdimensi tunggal atau 1 wajah, yakni keuangan Negara saja (tax income) tapi juga memiliki dimensi good governance, dan law enforcement. Jika sdr Hadi Buana meyakini bahwa selama ini di Pengadilan Pajak terlalu cenderung ke Keuangan Negara, menurut pengamatannya selama menjadi panitera, tentu saja menjadi haknya. Diantara pembaca bisa saja setuju dan tidak setuju. Sekali lagi pro dan kontra atas muncul ide sesorang itu sangat wajar. (Indra Rivai, Wakil Ketua Pengadilan Pajak)

Surat Utk ibuku, Pahlawanku

Ass wrwb bu,

Ibuku, pahlawanku, bukan saja karena dia telah mengandung dan melahirkan aku, tetapi karena di saat paling kritis dan strategis dialah yang paling awal mendukungku, apapun keputusanku. Dia selalu ingin memahami dulu keputusanku dengan mendalami pertimbangan yang kumiliki daripada menghakimi semua keputusanku.

Karena dukungan dialah yang membuat dulu aku menjadi seorang aktivis mahasiswa. Begitu pentingkah artinya? Ya, dia senang karena dengan menjadi aktivis aku tidak menjadi orang yang memikirkan diri sendiri. Memang dia mau aku tidak menjadi orang yang hanya memikirkan dirinya sendiri, membiarkan kebodohan dan pembodohan terus menerus terjadi di sekitar kita. DIa bilang kemiskinan yang mendekatkan umat ke kufuran itu karena umat masih bodoh dan dibiarkan bodoh. Hanya umat yang tidak bodoh yang dapat menghentikan keserakahan dan kezaliman secara hakiki. Ini diucapkannya di saat aku masih mahasiswa..sesuatu pesan yang penting bagi diriku.

mamah

Dia tidak takut kuliahku terbengkalai karena menjadi aktivis mahasiswa, malah dia yang menyemangati aku terus kritis terus membaca, terus bergaul, agar kelak tidak tanggung memberikan kebaikan kepada sebanyak2nya orang, karena katanya tanoa banyak membaca, tanpa pergaulan yang luas keberadaan kita akan “tanggung”. Dan hal yg terpenting selalu dia ingatkan pada saya: SHALATLAH, JANGAN PERNAH TINGGALKAN SHALATMU!!

Terhadap segala keinginanku dan cira2ku yang engkau dengar dengan seksama, engkau selalu berpesan dengan nada mengingatkan: berikhtiarlah secara tawadu, istiqomah, berdoa keada Allah SWT karena hanya Dialah yang dapat mengabulkan  segala permintaan kita..

Ketika engkau mendengar aku sakit seperti halnya engkau, wahai ibu, engkau sambil berbaring di tempat tidurmu secara pelan namun tetap jernih, meminta dengan sangat: jangan Hadi jadi pesimis, jangan kecil hati, jangan Hadi jauihi Tuhan, karena Dia tidak sedang marah atau murka kepada Hadi karena yang Tuhan beri itu hanya cobaan berat saja, tetaplah dekat denganNya, tetaplah bersyukur atas nikmatnya, tetaplah beristigfar kepadaNya… jangan sekali-sekali kehilangan sikap positif pada Tuhanmu karena cobaan yang diberikan Tuhan ini..Kuatkan iman Hadi, yakin Tuhan maha penyayang dan maha pengasih, tetaplah dekat dengan Tuhan, “jangan marah kepada Tuhan”..

Bu, aku bersaksi bertahun2 engkau terbaring lemah dalam tidurmu, duduk terkulai di kursi rodamu, namun raut mukamu selalu tenang, kubaca bibirmu selalu berzikir, senyum senaniasa tersedia untuk siapapun yang menjumpaimu. Engkau adalah tempat aku belajar kesabaran, ketabahan, keiklasan. Engkau sumber inspirasiku untuk terus hidup lebih baik lagi, sebagai anak, sebagai laki-laki, sebagai suami, sebagai ayah dari cucu-cucumu…dan sebagai pemimpin.

Bu sebenarnya sdh kutulis sebuah buku untukmu, ya kutulis utk dua wanita terpenting dalam hidupku, nama Engkau yang pertama kutulis baru nama istriku… namun sayang engkau tidak sempat mendengar tentang buku itu. Itu juga buah dukunganmu bu…

Kini kau telah tiada, ragamu sudah mulai kau biarkan bercampur dengan tanah… ya memang bu raga kita bukan milik kita, selama ini kita meminjamnya dari sang Pencipta..

Sekarang engkau hidup di alam lain, ada kemungkinan kau bertemu dengan dua saudara kandungku, ya anak-anakmu juga, di sana, titip salam bu, aku pun akan mendoakan mereka slalu seperti aku mendoakanmu.

Wassalam,

anakmu

Sengkon dan Karta (what a wounded full world)

Salah sendiri.
mau saja jadi orang kecil
harusnya segera bosan
biar jadi orang gedean
Kalau perlu, jadi presiden
Kalau bisa, jadi milyader

Polisi bisa jadi teman
Jaksa bisa jadi kawan
Hakim pun bisa pengertian
What a wonderfull world!

Kalau kaya
Tidak perlu ketemu Genul
Biar ketemu Djurnetty saja
Kasih dia mobil baru

Sengkon, 12 tahun
Karta, 7 tahun
Sawahmu ludes
Tanahmu amblas
Mati pula kau di jalan
Mati pula kau kena TBC
What a wounded-full world!

Matimu cuma berita
Ya, cuma berita
Masih ada Sengkon dan Karta lain
matinya cuma berita juga.

Cimulir, 21 Januari 2012

Kewajiban dan Tanggungjawab

Hidup dengan memiliki kewajiban dan tanggungjawab serasa jauh lebih hidup dan bermakna dibanding sebaliknya. Terimakasih Tuhan, Engkau telah mengizinkan aku untuk berkeluarga.
Ada beberapa orang yang cenderung ingin kebebasan sebebas-bebasnya dalam hidupnya dengan menghindarkan diri dari segala kewajiban dan tanggungjawab. Sesuatu yang mustahil dapat dilakukan selama dia pun tidak mau melepaskan atributnya sebagai mahluk sosial. Jika 2 atau lebih manusia ingin bebas maka kebebasan akan selalu terpenuhi manakala bagi orang-orng tersebut sumberdaya yang memenuhi kebutuhannya tidak terbatas. Sehingga sampai pada titik di mana sumberdaya terbatas maka kebebasan tersebut akan berubah menjadi anarki, satu sama lain akan siap untuk menaklukan, dengan perkataan lain salah satunya akan merampas kebebasan yang lainnya.
Untuk menghindari anarki ini diantaranya mengenai kesepakatan yang mengikat di antara masyarakat berkembang dan terus menjadi sebuah hukum. Hukum adalah mengurangi kebebasan masyarakat secara sah.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,119 other followers

%d bloggers like this: