Ass wrwb bu,
Ibuku, pahlawanku, bukan saja karena dia telah mengandung dan melahirkan aku, tetapi karena di saat paling kritis dan strategis dialah yang paling awal mendukungku, apapun keputusanku. Dia selalu ingin memahami dulu keputusanku dengan mendalami pertimbangan yang kumiliki daripada menghakimi semua keputusanku.
Karena dukungan dialah yang membuat dulu aku menjadi seorang aktivis mahasiswa. Begitu pentingkah artinya? Ya, dia senang karena dengan menjadi aktivis aku tidak menjadi orang yang memikirkan diri sendiri. Memang dia mau aku tidak menjadi orang yang hanya memikirkan dirinya sendiri, membiarkan kebodohan dan pembodohan terus menerus terjadi di sekitar kita. DIa bilang kemiskinan yang mendekatkan umat ke kufuran itu karena umat masih bodoh dan dibiarkan bodoh. Hanya umat yang tidak bodoh yang dapat menghentikan keserakahan dan kezaliman secara hakiki. Ini diucapkannya di saat aku masih mahasiswa..sesuatu pesan yang penting bagi diriku.

mamah
Dia tidak takut kuliahku terbengkalai karena menjadi aktivis mahasiswa, malah dia yang menyemangati aku terus kritis terus membaca, terus bergaul, agar kelak tidak tanggung memberikan kebaikan kepada sebanyak2nya orang, karena katanya tanoa banyak membaca, tanpa pergaulan yang luas keberadaan kita akan “tanggung”. Dan hal yg terpenting selalu dia ingatkan pada saya: SHALATLAH, JANGAN PERNAH TINGGALKAN SHALATMU!!
Terhadap segala keinginanku dan cira2ku yang engkau dengar dengan seksama, engkau selalu berpesan dengan nada mengingatkan: berikhtiarlah secara tawadu, istiqomah, berdoa keada Allah SWT karena hanya Dialah yang dapat mengabulkan segala permintaan kita..
Ketika engkau mendengar aku sakit seperti halnya engkau, wahai ibu, engkau sambil berbaring di tempat tidurmu secara pelan namun tetap jernih, meminta dengan sangat: jangan Hadi jadi pesimis, jangan kecil hati, jangan Hadi jauihi Tuhan, karena Dia tidak sedang marah atau murka kepada Hadi karena yang Tuhan beri itu hanya cobaan berat saja, tetaplah dekat denganNya, tetaplah bersyukur atas nikmatnya, tetaplah beristigfar kepadaNya… jangan sekali-sekali kehilangan sikap positif pada Tuhanmu karena cobaan yang diberikan Tuhan ini..Kuatkan iman Hadi, yakin Tuhan maha penyayang dan maha pengasih, tetaplah dekat dengan Tuhan, “jangan marah kepada Tuhan”..
Bu, aku bersaksi bertahun2 engkau terbaring lemah dalam tidurmu, duduk terkulai di kursi rodamu, namun raut mukamu selalu tenang, kubaca bibirmu selalu berzikir, senyum senaniasa tersedia untuk siapapun yang menjumpaimu. Engkau adalah tempat aku belajar kesabaran, ketabahan, keiklasan. Engkau sumber inspirasiku untuk terus hidup lebih baik lagi, sebagai anak, sebagai laki-laki, sebagai suami, sebagai ayah dari cucu-cucumu…dan sebagai pemimpin.
Bu sebenarnya sdh kutulis sebuah buku untukmu, ya kutulis utk dua wanita terpenting dalam hidupku, nama Engkau yang pertama kutulis baru nama istriku… namun sayang engkau tidak sempat mendengar tentang buku itu. Itu juga buah dukunganmu bu…
Kini kau telah tiada, ragamu sudah mulai kau biarkan bercampur dengan tanah… ya memang bu raga kita bukan milik kita, selama ini kita meminjamnya dari sang Pencipta..
Sekarang engkau hidup di alam lain, ada kemungkinan kau bertemu dengan dua saudara kandungku, ya anak-anakmu juga, di sana, titip salam bu, aku pun akan mendoakan mereka slalu seperti aku mendoakanmu.
Wassalam,
anakmu
Like this:
Like Loading...